Center For Islamics Studies

Advertisement
You are here: Home arrow Home arrow Meretas Jalan
Meretas Jalan Print E-mail
Written by Imam Samroni   
Thursday, 26 February 2009
Image

Judul : Meretas Jalan Menuju Pengabdian Bagi Pemuda
Penulis : Hasanuddin Yusuf
Editor : Agus Subagyo, Imam Samroni, dkk.
Penerbit : LSKPD, 2005
Tebal : xxviii + 112 halaman">Meretas Jalan Menuju Pengabdian Bagi Pemuda

Sebagai sebuah otobiografi, buku ini tidak lazim. Pertama, meskipun cukup lama dipersiapkan, ”launching”nya yang bersamaan Konggres Nasional Pemuda sudah dibaca oleh para pesaingnya --kandidat Ketua Umum KNPI-- sebagai buku kampanye. Kedua, pengantarnye mehibatkan nama-nama pesohor negeri ini: Drs. Surya Paloh, Adyaksa Dault, S.H., M.Sc., H. Dudhie M. Murod, M.B.A. Sebenarnya masih ada pejabat lain yang sudah dikontak tapi tidak dapat dikompromikan dengan tenggat waktu terbit, yaitu Tjahjo Kumolo, S.H. dan Drs.Tubagus Haryono, M.M. Dan ketiga adalah jika dua ketidaklaziman di atas digabungkan. Tetapi, adakah sesuatu yang tidak pas dengan penerbitan buku ini? Buku ini tidak hanya memuat hasil rekonstruksi pemikiran penulis, melainkan juga hasil kontemplasi yang menyangkut berbagai gagasan dan tekad serta cita-cita penulisnya. Semenjak masa kecil, beranjak remaja, sebagai aktivis mahasiswa dan kepemudaan, sebagai sarjana teknik (insinyur), terjun ke politik, dan peran yang lain. Dalam buku ini, Hasanuddin mengajukan gagasannya tentang kepemudaan dan pemuda Indonesia yang dicitakan. Jika kita membaca dan menelaah buku ini, akan terasa komitmen penulis terhadap masa depan kepemudaan Indonesia, masyarakat, bangsa, dan negara secara nyata dan bersahaja. Panggilan untuk mengabdi dan keberpihakan inilah yang menjadi nilai seluruh pengabdian Hasanuddin, yaitu keteguhan kepada substansi demokrasi, keyakinan terhadap keberagaman bangsa, serta wawasannya tentang kepemudaan yang handal untuk Indonesia. Jadi, jika otobiografi adalah pernyataan dan jawaban, jika nama-nama yang telah berkenan memberi pengantar adalah para senior yang membimbing seorang Hasanuddin, maka media kampanye pun menjadi lebih santun dengan hadirnya buku saku ini. Artinya, berkampanye tidak melulu dinyatakan dengan visualisasi spanduk dan pamflet, vokalisasi lewat megaphone. Sinergis dengan strategi yang lain, pilihan untuk menerbitkan buku ini sekaligus mengantar penulisnya menjadi Ketua Umum KNPI periode 2005-2009. Katakan dengan buku! sam

Last Updated ( Saturday, 14 March 2009 )
 
< Prev   Next >

Studi Buku

Image

Read more...
 

Statistics

Visitors: 31552
We have 1 guest online